Puluhan WNI di Kamp ISIS Akan diterima Kepulangannya Jika Terbukti WNI

Apr

Puluhan WNI di Kamp ISIS Akan diterima Kepulangannya Jika Terbukti WNI

Kementrian Luar Negeri memastikan bakal memverifikasi lebih dulu pengakuan adanya WNI yang mana menyebutkan dirinya pernah bergabung dengan ISIS di Suriah dan mengaku ingin pulang. Puluhan orang,ada di antaranya anak-anak dan kaum wanita, yang mengaku WNI (Warga Negara Indonesia) itu ditemukan berada di antara ribuan petempur asing ISIS, yang sekarang ini berada di kamp pengungsi di Al-Hoi, Suriah Timur.

Jika Benar WNI Akan dipulangkan

Jubir Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, menyatakan bahwa seperti saat proses pemulangan kembali atas sebanyak 17 orang WNI dari Suriah pada tahun 2017 lalu, verifikasi ini juga membutuhkan waktu yang tidak singkat, bahkan bisa memakan waktu lama, baik itu di Suriah maupun di Indonesia.

“Apakah mereka benar-benar WNI. Setelah itu, ada tahap yang selanjutnya, yaitu melihat situasi mereka, bagaimana keadaan mereka, terkait psikologisnya, radikalisme slot online mereka dan lain sebagainya. Itu akan terus kita kawal, dan sampai nanti ada keputusan bagaimana kita bisa membantu mereka,” ungkapnya saat dilakukan jumpa pers yang dilakukan pada hari Kamis (28/3) dilansir dari BBC News Indonesia.

Kemenlu sayangnya juga belum bisa memastikan kapankah tahap-tahap itu dapat dilakukan, ungkapnya lagi. Namun menurutnya, yang pasti, prosesnya juga akan melibatkan pihak imigrasi, Badan Penanggulangan Terorisme BNPT, dan kepolisian sampai dengan keluarga orang tersebut yang ada di Indonesia.

Mengapa Proses Verifikasi Amat Sulit dilakukan?

Armanatha, lebih lanjut lagi menambahkan bahwa sebagian besar yang mana pergi ke Suriah ini tak mempunyai dokumen yang sah. “Kita tak bisa bilang bila mereka tak punya dokumen yang sah, adalah warga dari Negara tertentu.”

Karena itu lah mengapa Kemenlu bakal berkoordinasi dengan berbagai macam pihak. “Ini adalah hal yang terus dibahas oleh berbagai sector,” tambahnya.

Ada beberapa factor yang mana menurutnya menyulitkan pihak pemerintah Indonesia untuk mengecek dan juga melakukan verifikasi. Hal ini karena kondisi Suriah yang hancur. “Akses mereka pun sangat sulit karena mereka bukan ada di Damaskus, kalau WNI yang ada di Damaskus kan lebih gampang untuk diakses.”

Pendataan jumlah WNI yang ada di sana pun sulit untuk dilakukan karena semuanya yang berangkat ke Suriah dan gabung dengan ISIS ini tak melaporkan pada pemerintah. “Kalau saya ditanya berapa jumlah WNI yang ada di Suriah yang tak melaporkan diri, ya taka da, karena memang kalau mereka tidak melapor yang mereka tidak punya datanya,” ungkap Armanatha lagi.

Sementara itu, Kepolisian Indonesia berkomitmen bahwa pihaknya bakal melakukan “pengawasan” bersama dengan otoritas yang lainnya jika dipastikan puluhan WNI tersebut sudah diverifikasi dan juga memenuhi syarat untuk bisa kembali lagi ke Indonesia.

Jubir Mabes Polri, Dedi Prasetyo menyatakan, jika mereka nantinya dipastikan bisa dipulangkan, pihaknya bakal “memonitor secara ketat” seperti apa yang dilakukan oleh belasan WNI mantan ISIS yang telah lebih dulu dipulangkan.

Seperti yang diketahui, 2 tahun yang lalu, Indonesia telah berhasil memulangkan 17 orang WNI yang pernah bergabung dengan ISIS di Suriah. Mereka sekarang ini dilaporkan masih di dalam pengawasan Badan Penanggulangan Terorisme BNPT, dan juga otoritas keamanan yang lainnya.

Kepolisian berkomitmen akan memonitor dinamika pergerakan mereka, baik itu secara konvensional bagaimana kah mereka berhubungan maupun dalam melakukan hubungan di media social. Hal ini ditegaskan oleh Dedi lagi seperti yang dilansir dari BBC Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *