Jembatan Babat Ambrol, Kendaraan Terjun dan Satu Orang Tewas

May

Jembatan Babat Ambrol, Kendaraan Terjun dan Satu Orang Tewas

Peristiwa mengejutkan terjadi di jembatan nasional yang menghubungkap kabupaten Babat, Lamongan – Widang, Tuban pada Selasa (17/4) pukul 10.45 WIB. Mendadak ambrol, jembatan dengan panjang sekitar 15-20 meter itu runtuh dan membuat sejumlah kendaraan bermotor jatuh ke sungai Bengawan Solo. Kejadian ambrolnya jembatan Babat itu langsung membuat warga sekitar shock karena menimbulkan dentuman dan gemuruh sangat keras hingga tanah bergetar.

 

Karena kejadian itu, Polres Tuban menyebutkan ada total lima korban dengan satu di antaranya meninggal dunia. Korban tewas adalah Muhlisin (49) selaku sopir truk hijau asal Banter, Gresik yang tewas di TKP. Korban luka berat adalah Samsul Arif yang masih dirawat di RSM Babat dan merupakan warga Lengkong, Mojokerto. Sementara korban luka ringan adalah Saiful Arif (35) warga Kembangan, Gresik yang adalah sopir truk merah, M Rizal Afifudin (20) dan Ubaidilah Masum yang merupakan penumpang dan pengendara sepeda motor yang tercebur ke sungai.

 

Salah satu korban selamat yakni Rizal bercerita bahwa saat kejadian ambrolnya jembatan Babat berlangsung, dirinya memang dibonceng Ubaid dan hendak menuju tempat kerjanya di Tuban. Pegawai KSP ini menceritakan bahwa ketika ada di atas jembatan, dia melihat tiga truk di depannya dan tiba-tiba bentang jembatan ambrol bagian depan dan membuatnya ikut jatuh hingga ke bawah truk warna putih sebelum akhirnya menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian sungai. Rizal kemudian kembali lagi ke sungai lantaran Ubaid yang berpegangan pada truk tak bisa berenang, seperti dilansir Detik.

 

Tiga Truk Saling Salip dan Jembatan Keberatan

 

Buntut ambrolnya jembatan Babat pun membuat kepolisian melakukan penyelidikan. Saksi mata yang juga korban luka ringan dan selamat yakni Rizal menuturkan bahwa tiga truk di depannya dalam kondisi saling salip di atas jembatan. Dengan bobot masing-masing truk diduga sekitar 30 ton, maka bentang ketiga jembatan ambrol karena tak kuat menahan beban total hampir 120 ton itu.

 

Iwan Zarkasi selaku Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR menyebutkan kalau jembatan Babat sudah dibangun sejak lama yakni tahun 1970-an. Sebagai proyek nasional, jembatan Babat terakhir kali dipugar pada 2017. Sementara itu Chomaedhi selaku Pakar Konstruksi ITS menyebut kalau jembatan Babat adalah tipe jembatan kelas satu dengan batas maksimal muatan 45 ton dan rasio toleransi keamanan 1,5 kali atau maksimal 70 ton.

 

Sehingga saat dilewati tiga truk langsung yang saling salip dan diduga berbobot 120 ton, jembatan Babat langsung ambrol. Tak adanya kontrol terhadap beban yang boleh melewati jembatan tua itu disinyalir jadi salah satu penyebab roboh. Chomaedhi pun menyarankan agar pemerintah membangun jembatan timbang atau sensor lain di sepanjang bentang jembatan Babat jika sudah diperbaiki.

 

Dipasang Bailey, Butuh 45 Hari Sembuhkan Jembatan

 

Robohnya jembatan Babat memang menjadi perhatian nasional. Bahkan Wakil Ketua DPR RI meminta pemerintah merevitalisasi jembatan-jembatan yang berkategori tua di seluruh Indonesia. Sementara itu untuk perbaikan jembatan Babat, Budi Setiyadi selaku Ditjen Perhubungan Darat menjelaskan bahwa akan dipasang jembatan bailey sementara yang membutuhkan waktu pemasangan 45 hari lamanya.

 

Kendati belum permanen, jembatan bailey ini diklaim aman dilalui. Sementara itu Polres Tuban dan Polres Lamongan berupaya mengalihkan arus bandar togel sgp sementara untuk tidak melintasi jembatan Babat-Widang itu. Di mana truk dari Lamongan/Surabaya akan diarahkan ke Paciran dan truk dari arah Tuban/Semarang diarahkan ke jalan Daendels lalu masuk Paciran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *